Belanja Cerdas dari Petani Kreaktiv
081361291195
081361291195
081361291195
75FC6826
Customer service
Menu

( pcs)
jmlBarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0
Selesai Belanja

Kangkung di Rakit Apung

Senin, April 29th 2019.
b3cfdbf8cc25b7c50faafbfa21cc7cc5

Kangkung hasil budidaya rakit apung.

Kangkung hasil budidaya rakit apung.

Teknik rakit apung menghemat ongkos produksi sayuran hidroponik.

Hamparan kangkung berbeda umur tumbuh subur di atas meja berukuran 6 m x 1 m setinggi 15 cm. Rangka meja setinggi 70 cm terbuat dari baja ringan dengan interval 1,5 m menopang meja. Bagian teratas meja yang dilapisi plastik itu seluruhnya tertutup stirofoam setebal 3 cm. Kangkung tumbuh subur di dalam netpot yang terdapat dalam lubang tanam di atas stirofoam.

Meja itu terdapat di dalam rumah tanam berukuran 9 m x 6 m. Rumah tanam beratap plastik antisinar ultraviolet dan berdinding screen net serta rangka dari baja ringan berisi 4 meja. Setiap meja terdiri atas 10 stirofoam berukuran 80 cm x 60 cm yang berisi 45 lubang tanam. Total jenderal terdapat 450 lubang tanam di setiap meja. Ketika stirofoam disingkap terlihat genangan air jernih setinggi 10 cm.

Bayu Widhi Nugroho membudidayakan kangkung rakit apung sejak Desember 2014.

Bayu Widhi Nugroho membudidayakan kangkung rakit apung sejak Desember 2014.

Rakit apung
Akar kangkung pun tampak bersih dan segar. Jadi stirofoam mengambang di atas meja itu. “Cara budidaya seperti itu disebut hidroponik rakit apung,” kata pemilik rumah tanam, Bayu Widhi Nugroho. Pekebun di Yogyakarta, itu menggunakan rakit apung untuk budidaya kangkung sejak Desember 2014. Sayuran daun yang lazim ditanam menggunakan metode rakit apung antara lain pakcoy, kailan, dan caisim.

Sementara Bayu menanam kangkung Ipomoea sp. Bayu menyemai biji kangkung di wadah terpisah berbentuk nampan. Ia menggunakan serbuk sabut kelapa sebagai media tanam. Selanjutnya Bayu memindahkan kangkung berumur 5 hari setelah tanam (hst) dari wadah penyemaian ke netpot.

Ia lalu meletakkan netpot pada lubang tanam di stirofoam. Satu netpot berisi 12 tanaman, lazimnya 5—6 tanaman. Sebab ia tidak menggunakan media tanam seperti rockwool pada netpot. Sumber nutrisi bagi tanaman anggota famili Convolvulaceae itu berupa nutrisi AB mix. Bayu menempatkan larutan nutrisi berisi AB mix di dalam tangki bervolume 500 liter. Tangki dipendam dalam tanah agar air lebih dingin.

Dengan bantuan pompa 125 watt berkapasitas maksimal 28 liter per menit larutan nutrisi mengalir ke pipa yang terhubung ke setiap meja. Bayu mengatur nutrisi mengisi meja 8 kali sehari mulai pukul 06.00—17.00. Setiap kali pengisian berlangsung selama 15 menit. Jeda antara pengisian yang satu dengan yang lain berbeda berkisar 1—3 jam.

“Saat siang pemberian nutrisi lebih sering karena penguapan juga tinggi,” kaya ayah 1 anak itu. Nutrisi yang berlebih di atas meja keluar melalui pipa berdiamater 1 inci dan kembali ke tandon. Bayu menggunakan kepekatan nutrisi 600 ppm. Dengan teknologi rakit apung, Bayu menuai 20 ikat kangkung setara 8 kg per hari. Ia menjual tanaman anggota famili Convolvulaceae itu seharga Rp3.000 per ikat.

Tidak ada rockwool dalam netpot.

Tidak ada rockwool dalam netpot.

Permintaan besar
Rencananya ia bakal meningkatkan produksi hingga 40 kg atau sekitar 100 ikat kangkung per hari. Permintaan kangkung tinggi sehingga ia tertarik membudidayakan sayuran itu. Di Yogyakarta saja permintaan kangkung hingga 0,5 ton per hari.

Pasokan utama masih berasal dari Magelang (Jawa Tengah) dan Lembang (Jawa Barat). Harga kangkung naik saat kemarau karena petani kesulitan air. Sebelum menggunakan rakit apung, Bayu pernah menggunakan teknik nutrient film technique (NFT) pada Maret 2014. Prinsip teknik itu tanaman tumbuh pada lapisan nutrisi yang dangkal (2—3 mm). Namun, ia kurang cocok dengan NFT.

Berdasarkan pengalaman Bayu biaya awal NFT lebih mahal daripada rakit apung. Modul NFT berukuran 4 m x 1,5 m dibanderol Rp2,5-juta. Sementara harga modul rakit apung dengan ukuran 6 m x 1 m Rp1,5-juta. Lubang tanam pada modul NFT juga lebih sedikit yakni 280 buah. Bandingkan dengan lubang tanam pada rakit apung yang mencapai 450 titik.

Pipa nutrisi yang panas karena sinar matahari terik menyebabkan pH tidak stabil pada modul NFT. Akibatnya penyerapan nutrisi oleh tanaman berkurang sehingga pertumbuhan terhambat. Sementara pada rakit apung stirofoam menstabilkan suhu. Pada NFT akar tanaman panjang karena perlu usaha lebih mencapai larutan nutrisi. Pada rakit apung akar tanaman langsung terendam nutrisi.

Bayu mengeluarkan dana Rp22-juta untuk pembuatan rumah tanam. Empat modul rakit apung menghabiskan dana Rp6-juta. Ia juga mengucurkan Rp1,5-juta untuk pembelian pipa dan peralatan lain seperti tangki. Total jenderal ia menginvestasikan Rp29,5-juta. Bayu menghitung semua investasi terbayar dalam tempo 3 tahun. Ia semakin yakin mengembangkan rakit apung setelah mengetahui mayoritas pekebun hidroponik di mancangara menggunakan teknik itu.

Ia mendapatkan informasi itu setelah menelusuri berita di dunia maya. Kini Bayu juga membudidayakan selada dengan teknik rakit apung. Sejatinya hidroponik rakit apung bukan teknologi baru. Pekebun menggunakan teknik rakit apung sejak 2002. Saat itu pekebun hidroponik di Jakarta, Ir Yos Sutiyoso, membudidayakan pakcoy. Yos menggunakan bak semen setingggi 40 cm dengan ketinggian air 30 cm sebagai wadah rakit apung. Anggota staf pengajar Departemen Agronomi dan Hortikultura Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Ir Anas Dinurrohman Susila MSi, mengatakan bahwa keunggulan rakit apung yakni minim pemeliharaan karena pekebun tidak perlu mengganti air. (Riefza Vebriansyah)

 

Terapung Ala Bayu

549_ 26

Pompa mengalirkan nutrisi melalui pipa yang terhubung ke meja rakit apung. Nutrisi berlebih keluar melalui pipa keluar dan kembali ke tandon.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Produk terbaru

Rp 20.000
Order Sekarang » SMS : 081361291195
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBenih Seledri Amigo Panah Merah
Harga Rp 20.000
Lihat Detail
Rp 10.000
Order Sekarang » SMS : 081361291195
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangInsect Net atau screen net warna hijau
Harga Rp 10.000
Lihat Detail
Rp 10.000
Order Sekarang » SMS : 081361291195
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangInsect Net atau screen net warna putih
Harga Rp 10.000
Lihat Detail
Rp 20.000
Order Sekarang » SMS : 081361291195
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangParanet – 65% – Lebar 3 Meter
Harga Rp 20.000
Lihat Detail
Rp 25.000
Order Sekarang » SMS : 081361291195
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBenih Brokoli Hibrida GREEN SUPER 180 Butir
Harga Rp 25.000
Lihat Detail
Rp 25.000
Order Sekarang » SMS : 081361291195
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBenih Pagoda Tatsoi TA KE CAI 5 Gram Takecai
Harga Rp 25.000
Lihat Detail
Rp 25.000
Order Sekarang » SMS : 081361291195
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBenih Selada Merah OLGA RED 5 Gram
Harga Rp 25.000
Lihat Detail
Rp 10.000
Order Sekarang » SMS : 081361291195
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMedia Tanam Sekam Bakar Arang Sekam Hidroponik
Harga Rp 10.000
Lihat Detail